Andai Saya Tahu 10 Point Penting Ini Ketika Dulu Mau Buka Usaha!

Demotivational-Human-Resources

 

 

Dulu ketika pertama bisnis (6 tahun yang lalu, saat masih kuliah), kegagalan saya adalah karena manajemen kerjaan dan staff.

Dulu menganggap bahwa staff itu teman, dan bisa diajak kerjasama tanpa harus ada hierarki dan peraturan-peraturan. Saya gak mau ikutin cara kantoran biasa.

Yang penting, tau sama tau kerjaan dan penghasilan lancar.

Betapa salahnya saya saat itu… Yang ada malah kerjaan jarang selesai. Hubungan teman juga malah akhirnya renggang.

Potensi profit yang dicapai jadi gak segede yang seharusnya (andai dulu sudah sepengalaman sekarang 😀 ).

Belajar dari kejadian itu dan melihat teman-teman yang usahanya jauh lebih bagus, saya mulai belajar sedikit-sedikit tentang manajemen staff dan menerapkannya di usaha saya.

Berikut adalah point-point penting versi saya menyangkut manajemen staff:

1. Ketika Baru Terima Orang, Pastiin Tuk Jadikan Dia Staff Magang Dulu.

Karyawan baru yang mau kerja di tempat saya biasanya saya wajibkan magang dulu selama dua minggu, baru kemudian naik ke staff percobaan selama sebulan… Setelah itu baru jadi karyawan tetap.

Selama 1,5 bulan itu, karyawan kita pantau baik-baik, dan jika bermasalah bisa kita pecat secara sepihak.

Sebetulnya, setelah 1,5 bulan pun masih bisa pecat. Tapi itu biasanya setelah ada warning dulu.

Dalam waktu 1,5 bulan pertama itu kita pantau sifatnya, disiplinnya, dan hasil kerjanya.

Biasanya sifat aslinya baru keluar setelah sebulan pertama.

(jika ingin lebih pasti, bisa gunakan system DISC untuk penyaringan sifat karyawan agar lebih sesuai dengan tipe pekerjaan yang dibuka)

2. Pastikan Ada SOP Tuk Training Karyawan.

Ini untuk mempermudah pekerjaan anda ke depannya. Karyawan OL Shop biasanya banyak yang akan keluar masuk.

Daripada bingung harus ngajarin ini itu ke karyawan baru berulang kali, lebih baik kita buat SOPnya supaya lebih mudah.

3. Pastikan Ada SOP Tuk Job Sehari-Hari Karyawan.

Anda ingin supaya karyawan jelas apa yang harus dikerjakan setiap harinya. Karyawan sebetulnya juga ingin kerjaan dia jelas, supaya mereka tidak bingung apa tanggung jawabnya dan tidak magabut (makan gaji buta).

Dengan ada SOP anda gak perlu khawatir harus pantengin karyawan setiap saat. Anda bisa focus mengerjakan hal yang lain yang lebih penting tuk majunya usaha anda.

(tips: baca buku work the system karya Sam Carpenter)

4. Tuk Mempermudah Pengecekan Dan Monitor, Gunakan Sistem Checklist.

Baca buku Checklist Manifesto dari Atul Gawande. Dibuku ini dijelaskan tentang manfaat system checklist dan cara penggunaanya yang tepat.

Banyak teman-teman online shop yang pake checklist tuk mempermudah monitor kerjaan.

Checklist ini adalah kepanjangan dari SOP pada nomer 3. Ini bentuk laporan dari pekerjaan karyawan anda.

5. Selalu Latih Karyawan Anda.

Biasanya kita rekrut karyawan yang baru lulus sma, atau yang putus sekolah. Mereka biasanya tidak sanggup lanjut kuliah/ sekolah karena alasan biaya.

Oleh sebab itu, jadi kewajiban kita tuk melatih mereka. Ditempat kami, biasanya kami ajarkan tentang ilmu sales, service excellence, pengembangan diri, dll.

Saya belajar dari om Bob Sadino yang ketika awal beliau bisnis, beliau rekrut anak jalanan. Om Bob didik dan beri mereka pekerjaan…

Saya masih ingat perkataan om Bob, bahwa beliau anggap semua karyawannya adalah anak-anaknya sendiri…

Dengan melatih karyawan, juga akan melatih diri kita sendiri dan mempersiapkan usaha kita tuk naik jenjang ke tahap berikutnya. (ekspansi pasti butuh skill baru)

Melatih karyawan juga musti sabar dan telaten. Mindsetnya adalah: karyawan ini masih usia muda, masih bisa di ‘upgrade’.

6.  Gaji Secukupnya Saja. Besarkan Bonus.

Latih karyawan tuk dapat gaji berdasar kemampuannya. Beri gaji sekedarnya saja dan besarkan bonus.

Misal tuk kerjaan sales: siapa yang omzetnya paling besar, maka dia yang dapet penghasilan paling besar.

Jangan dipukul rata.

Dengan cara seperti ini, biaya online shop anda bisa ditekan (biaya gaji karyawan itu komponen biaya paling besar di usaha online shop). Jika omzet sedang turun, anda tidak akan terlalu terbebani dengan biaya gaji.

Dan dengan memberikan bonus, karyawan akan terpacu tuk bekerja. Karena semakin dia banyak bekerja, bonus dia akan semakin banyak.

Ada ilmunya juga tuk cara memberi penghasilan kepada karyawan.

7. Pastikan Ada SOP Tuk Peraturan Sehari-Hari.

Buat peraturan tuk kedisiplinan sehari-hari. Kapan boleh izin. Kapan batas waktu masuk kerja dan pulang. Kapan waktu istirahat.

Kalau misal ada kesalahan yang dibuat karyawan perlakuannya seperti apa.

Dan seterusnya.

8. Tuk Karyawan Lama, Buat Semacam Tabungan Tuk Pesangon.

Tabungan ini hanya diberikan tuk karyawan yang sudah atau akan lama bekerja (misal di atas 3 bulan). Jadi suatu saat dia resign (misal menikah atau pindah kerja), kita ada sesuatu yang kita beri tuk dia.

Ditempat kami, 50:50 biaya tuk tabungan pesangon ini. 50% dipotong dari gaji dia. 50% lagi kita subsidi.

Ditempat kami, uangnya kami tabungkan dalam bentuk tabungan dinar emas (untuk menghindari pengaruh inflasi). Lalu, tabungan ini hanya bisa diambil jika dia keluar saja.

Lebih baik lagi, daftarkan BPJS tuk asuransi misal karyawan sakit dan butuh biaya banyak.

9. Biasakan Tuk Double Cek.

Buat sistem di online shop anda tuk secara otomatis double cek kerjaan. Misal sales setelah menerima pesanan, ketika barang mau dipacking, musti ada tanda tangan anda dulu atau tanda tangan bagian akuntansi.

Ini berguna tuk dobel cek, apakah uangnya sudah masuk, barangnya masih ada, pesanannya ukuran/warnanya sudah benar, dll..

Dengan bgitu, akan meminimalkan kesalahan.

10. Kasih Kerjaan Kepada Karyawan Yang Memang Anda Sendiri Sudah Menguasainya.

Kalau anda ngasih kerjaan yang anda belum kuasai atau belum pernah coba sendiri, biasanya akan ada kesalahan-kesalahan yang anda tidak prediksi.

Bahkan jika anda sudah kuasai pun, karyawan bakal ada saja yang salah kerjaannya.

Tapi jika ada sudah menguasai kerjaannya, mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan tersebut akan mudah.

***

Sebetulnya masih banyak lagi yang mau dibahas. Tapi gak akan muat jika dibahas dalam satu artikel saja.

Intinya, manajemen staff itu ilmunya banyak. Dan sebagai pemilik usaha, kita musti siap dengan hal itu…

Menjadi entrepreneur kita dituntut untuk selalu belajar dan belajar terus.

***

Semoga bermanfaat!

 

RumahAwan

Passion Saya Adalah Internet Marketing. Terutama Yang Berkaitan Dengan SEO, OnlineShop, Dan PPC. Blog Ini Dibuat Supaya Saya Bisa Sharing Info Berguna Tentang Internet Marketing.

6 thoughts on “Andai Saya Tahu 10 Point Penting Ini Ketika Dulu Mau Buka Usaha!

  • May 4, 2015 at 7:32 am
    Permalink

    Ketika rekrut karyawan olshop ada kriteria tertentu mas? Karyawan yg loyal dan kinerjanya bagus itu bisa diidentifikasi tidak ketika proses rekrutasi?

    Reply
    • May 5, 2015 at 10:54 pm
      Permalink

      rekrut karyawan pada dasarnya kita sebagai pemilik usaha mencari tiga kriteria:
      1. integritas >> kejujuran, tanggung jawab.
      2. skill >> keahlian dia dalam menyelesaikan pekerjaan.
      3. attitude >> akhlaq, kelakuan, sopan santun dan cara dia membawa diri.

      Semuanya penting, semuanya gak bisa digantikan.
      Tapi klo blh milih, kami memilih integritas n atitude dl.. skill jdi nomer buncit
      Skill bs diajarin. tpi integritas n atitude, susah diubah.

      Karyawan yg loyal dan kinerjanya bagus itu bisa diidentifikasi tidak ketika proses rekrutasi? >> seharusnya bisa bu. sekarang ilmu psikologi sdh maju. tapi tuk UKM seperti kita, kita gak punya modal (kesempatan terutama), tuk tes secara mendalam seperti itu.

      makanya perlu kita coba dl (jadi anak magang) dan pantau baik-baik…

      Reply
      • May 26, 2016 at 4:50 pm
        Permalink

        Saya sangat sepakat, kalau integritas dan attitude perlu mendapatkan perhatian lebih saat merekturt karyawan, karena jika kita lalai pada bagian ini, justru sangat tidak bagus untuk kemajuan usaha kita.

        Ngga kebayang kalau ada CS yang kita rekrut orangnya mooding 🙂
        Kadang baik, kadang sekenanya saja, huft . . .
        Sementara kalau skill, bisa diajarin. Bahkan lebih enak kalau dianya memang tidak tahu sama sekali dari awal, mereka akan sangat menghargai jasa kita yang telah memberikan kesempatan pada mereka

        Reply
        • October 24, 2016 at 1:40 am
          Permalink

          Pengalaman ane sih, dulu semasa karyawan. langsung di kasi kerjaan yang banyak. Bahkan pekerjaan saya tidak bisa dikerjain manager hehehe. Pokoknya hasil sesuai yang dia mau

          Reply
  • September 7, 2016 at 9:18 am
    Permalink

    Wah bermanfaat banget nih, cocok untuk para calon pengusaha yang usahanya mulai berkembang dan butuh krywn baru.
    klo menurut saya sih mending 3 bulan aja utk liat attitude krywn kita. itu mnurut saya loh ya.. hehe

    Reply
  • September 25, 2018 at 9:21 pm
    Permalink

    makasih banget saranya ini
    sangat membantu saya
    saya belum kepikiran sampai pada tahap ini
    asal jalan aja dan terlihat kerja ada hasilnya ya udah beres
    rupanya ada tahapan2 yg belum saya sadari

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *