14 Faktor Penting Sebelum Anda Bisnis Di Online Shop

onlineshop

Jangan Buka Online Shop Sebelum Anda Membaca Tutorial Ini!!!

Oke. Ini tutorial pertama dari serangkaian tutorial yang akan saya tulis mengenai online shop. Saya bakal share pengalaman-pengalaman saya tentang bagaimana caranya membuat online shop yang menguntungkan.

Sebelumnya, jangan takut dulu kalo tutorial ini panjang banget. 😀 Karena memang saya ingin sharing yang benar-benar berguna bagi anda pembaca Rumah Awan. Saya ingin hasil saya menulis tutorial ini benar-benar bisa dipakai dalam usaha anda dan menambah penghasilan anda. Saya ingin menjadi diatas rata-rata. 🙂

Dan dengan menulis sebuah tutorial yang panjang dan menyeluruhlah, tutorial ini baru bisa dianggap berguna.

Lagipula, untuk memulai sebuah usaha yang penting bagi anda, apakah anda memilih tutorial yang pendek-pendek? Atau lebih memilih yang menyeluruh? Kalau saya jelas yang menyeluruh. 🙂

Lanjut ke tutorial…

Planning adalah bagian yang paling krusial dari sebuah kerjaan. Kalau planningnya sudah bagus, maka pekerjaan sesungguhnya sudah selesai 50%. Tinggal dikerjakan saja planning itu dan meraup hasil.

Dan planning yang bagus adalah planning yang berasal dari pengalaman orang lain yang sudah berhasil. Kenapa? Karena dari pengalaman orang lain kita akan tahu kedepan bakal seperti apa medannya, apa halangannya, butuh dana berapa, butuh waktu berapa lama, dll. Jadi klo pun ada masalah, kita sudah tahu cara menghandlenya.

Dan tutorial ini juga seperti itu. Sebagian berasal dari pengalaman saya selama 4,5 tahun berkutat di dunia online shop (bisa survive 4,5 tahun saya kira sudah bisa dibilang berhasil :D). Jadi sedikit banyak, bagi anda yang ingin menerapkan tutorial ini, tidak perlu trial n error lagi. Tinggal menerapkan step by step yang saya akan jelaskan di tutorial ini. Jika ada masalah, bisa komen dibagian komentar, dan akan saya balas secepatnya.

Pada tutorial ini, kita akan membahas barang dagangan apa yang laku bila dijual secara online. Kita bakal membahas planning yang perlu dilakukan untuk berjualan secara online. Step by step awal apa saja yang perlu dilakukan supaya online shop anda nantinya gak cuma survive tapi juga profitable.

Profitable dalam arti bisa berkembang dan menggaji orang. Yang menghasilkan dan bisa menjadi mata pencaharian utama.

Konsep tutorial pada artikel ini saya dapat dari seorang internet marketer yang focus di e-commerce di Amerika sana. Konsep ini dia bawakan pada sebuah konferensi bergengsi yang diadakan setiap tahun. Ketika saya baca materinya dan saya bandingkan dengan pengalaman saya, memang benar sekali.

Oke cukup mukadimahnya.

Langkah pertama, saya biasanya mulai dari hobi kita apa dulu. Buat daftar 10 hobi kita yang bisa kita jadikan online shop. Misal jika hobi fashion, bisa jualan baju, sepatu, aksesoris fashion, dll. Jika hobi game, bisa jualan pernak pernik game, seperti joystick, akun steam, item game, dll. Jika hobi memasak bisa jual makanan, kursus memasak online, berjualan bahan-bahan makanan, dll.

Kenapa hobi? Karena kalau kita hobi, kita akan lebih mudah menjalani tantangan-tantangan dari sebuah usaha. Karena memang dasarnya kita sudah suka dunia itu duluan. Dan believe me, usaha online juga tidak kalah susahnya dengan usaha offline. Pada dasarnya semua usaha butuh perjuangan tuk menjadi sukses. Sudah hukum alam, ekonomi, fisika, dan Sunnatullah bahwa tuk menjadi sukes butuh perjuangan lebih. 😀

Saya terjun ke dunia internet marketing, karena memang saya passionate dengan dunia internet marketing. Setiap hari oprekannya internet marketing terus. Bahkan pernah rugi belasan juta pun saya juga tidak surut semangat. Panas-panas, hujan-hujan, macet-macet, anter barang pesanan juga tetep dijalanin (kok jadi kurir sih contohnya? Biarlah , kurir merangkap internet marketer :D).

Ada banyak ide yang bisa dikulik dan dijadikan dagangan online. Nah buatlah 10 ide jualan yang kira-kira anda passionate terhadap hal tersebut. Yang anda bisa bayangkan anda masih berjualan hal tersebut dalam 5 tahun kedepan. Walaupun nanti bakal sulit ngejalaninnya, bakal rugi, tapi 5 tahun kedepan kira-kira anda masih bisa berjualan barang tersebut dan feeling happy.

Kenapa 10 ide? Karena dari 10 ide itu nanti akan kita eliminasi satu persatu. Nanti akan kita pilah mana yang kira-kira cocok tuk dijual secara online. Mana yang kira-kira bakal profitable dan bertahan lama.

Tulis di Microsoft Excel atau di Google Docs Spreadsheet ke 10 ide yang sudah anda buat. Tiap ide menempati satu baris.

Oke langkah kedua, adalah menguji ke 10 ide tersebut terhadap point-point berikut:

a.)    Jumlah Rata-Rata Order Per Customer Per Sekali Belanja Adalah 200 Ribu Atau Lebih. + 5 Point

Kira-kira jika anda berjualan barang/jasa tersebut, rata-rata order per customer per sekali belanja adalah 200 ribu atau lebih. Jadi mereka menghabiskan minimal 200 ribu sekali belanja ke online shop anda.

Patokannya bukan jumlah berapa item yang dibeli. Namun, total berapa uang yang dihabiskan per sekali belanja. Bisa saja mereka beli banyak barang (misal lebih dari 5 item), namun karena harga per item murah, jadi total harganya kurang dari 100 ribu.

Kita mencari ide usaha yang memiliki tiap penjualan jika dijumlahkan, rata-rata customer akan menghabiskan 200 ribu atau lebih per sekali belanja ke online shop kita. Tidak termasuk ongkos kirim.

b.)     Laba Kotor Per Penjualan Adalah 20% Atau Lebih. +5 Point

Saya kadang melihat ada online shop yang demi memenangkan persaingan, rela memangkas margin labanya sampai hanya untung 5 ribu rupiah per item.

Kalau dihitung-hitung, 5 ribu per item itu menurut saya masih rugi. Bila dipotong biaya pulsa, biaya internet, listrik, biaya packing barang, biaya transportasi, dll, dsb, laba yang hanya 5 ribu per item itu menurut saya jualan social. Jualan yang nirlaba, makanya social. 🙂

Laba tipis itu dibenarkan bila anda baru penetrasi pasar dan demi menggaet pelanggan baru, anda menggunakan strategi turunin harga. Jika pelanggan sudah banyak, harga sedikit demi sedikit dinaikkan. Tidak enaknya, bisnis model yang seperti ini harus kuat modal. Jika tidak kuat modal, biasanya akan cepat tutup online shopnya.

Atau strategi ini bisa digunakan jika anda jualan grosir. Walaupun laba tipis, tapi quantitynya banyak dan pelanggan sering repeat order. Model seperti ini mirip seperti jualan pulsa. Laba tipis, tapi perputaran cepat. Hitungan akhirnya masih laba juga.

Tapi buat bisnis pada umumnya patokan saya, rata-rata laba kotor per penjualan adalah 20% atau lebih.

Hitungan kasarnya, 10% untuk biaya-biaya. 10%nya lagi adalah laba bersih yang bisa diputar lagi, atau diambil sebagian untuk dinikmati.

c.)     Para Penjual Besarnya Terpecah-Pecah. Tidak Ada Satu Penjual Yang Memonopoli. +2 Points

Karena kita pemain baru, alangkah baiknya kita masuk pasar yang entry barriernya tidak terlalu susah. Kita cari pasar yang tidak dikuasai oleh satu atau dua penjual besar yang memonopoli pasar.

Ciri-cirinya,  hasil search di google untuk keyword-keyword utama di pasar tersebut tidak dikuasai oleh satu penjual saja.

Misal pasar yang tidak dimonopoli adalah pasar busana muslim, pasar baju anak, pasar obat herbal, dll.

Jika kita search di google dengan keyword yang berkaitan dengan, katakanlah, ‘Baju Anak’, akan ada banyak penjual baju anak yang bisa kita pilih. Tidak ada satu penjual yang memonopoli pasar baju anak. Semua orang bisa masuk ke pasar ini dan berjualan baju anak secara online. Kita bisa membuat sebuah situs dan berusaha ranking di keyword ‘baju anak’ di google.co.id.

Ini artinya jika anda masuk ke pasar yang terbuka seperti ini, anda masih bisa berkesempatan menjalankan sebuah online shop yang profitable dan bertahan lama.

d.)    Para Pembelinya Bersifat Repeat Order. +3 Points

Barang/Jasa yang akan anda jual diperlukan berkali-kali oleh para pembeli. Jadi mereka akan membeli berkali-kali juga dari Online Shop anda. Menjual barang/jasa yang bersifat langganan.

Contoh dari usaha yang pembelinya bersifat repeat order adalah obat herbal. Mungkin kali pertama hanya membeli madu, tapi lain kali kembali lagi membeli vitamin supplemen, ketiga kali kembali lagi membeli habbatus sauda, kali ke empat membeli madu lagi, dst.

e.)    Para Pembelinya Bersifat Membeli Multiple Item Dalam Sekali Belanja. +1 Point

Contoh dari usaha seperti ini adalah jualan kosmetik. Biasanya tidak hanya membeli lipstick, tapi juga bedak, parfum, body lotion, shampoo, dll. Jadi sekali beli bisa beberapa item sekaligus.

Contoh usaha obat herbal juga berlaku tuk point ini.

f.)     Apakah Anda Bisa Memberikan Nilai Tambah Yang Beda Pada Persaingan Saat Ini? +5 Points

Jangan memasuki sebuah persaingan usaha jika anda tidak bisa memberikan nilai tambah baru bagi pelanggan.

Nilai tambah baru ini adalah kualitas/fitur yang akan membuat pelanggan lebih memilih membeli kepada anda dari pada beli ke saingan anda.

Nilai tambah baru bisa berupa harga lebih murah, rasa lebih enak, garansi lebih lama, pengiriman lebih cepat, lebih tahan lama, lebih irit bahan bakar, dll dst.

Apapun itu yang bisa memberikan keutamaan pada usaha anda bila dibandingkan dengan pesaing anda.

Sekali lagi, jangan memasuki sebuah persaingan usaha jika anda tidak bisa memberikan nilai tambah baru bagi pelanggan.

g.)    Barang/Jasa Yang Anda Jual Bersifat Susah Dicari, Atau Perlu Usaha Lebih Untuk Membelinya. +4 Points

Jangan berjualan sesuatu yang orang bisa mudah membeli didepan rumah mereka. Jual sesuatu yang orang perlu usaha lebih untuk membelinya, misal harus pergi ke pasar dulu, atau barangnya hanya ada didaerah tertentu saja.

Barang-barang seperti ini laku dijual secara online. Karena para pembeli susah membelinya secara offline.

h.)    Mempunyai Musim Khusus Dimana Barang Akan Laku Keras. +3 Points

Contohnya baju muslim, kue kering, parcel, pada saat Ramadhan akan laku sekali. Online shop yang berjualan barang-barang tersebut bisa kebanjiran order pada saat Ramadhan tiba.

Musim disini tidak harus musim lebaran, bisa juga musim kenaikan kelas (mainan anak, seragam), musim valentine (kue coklat, pernak pernik), dll.

i.)      Mempunyai Banyak Tipe Barang Yang Bisa Dijual. +3 Points

Banyak tipe barang yang bisa dijual berarti banyak kemungkinan terjadinya penjualan. Bisa juga berarti repeat order.

Contohnya untuk point ini adalah jualan perlengkapan bayi. Ada banyak barang kebutuhan bayi yang bisa dijual. Dari popok, susu, botol susu, stroller, baby box, dll.

Itu berarti banyak kemungkinan terjadinya penjualan.

j.)      Jualan Barang-Barang Yang Eksklusif. +5 Points

Maksudnya disini adalah berjualan sesuatu yang tidak banyak orang berjualan barang tersebut. Barang yang dijual bukan karena masalah harga lagi, namun lebih ke masalah brand, cita rasa, style.

Bukan menjual sesuatu yang umum dipakai dimana-mana.

Misal dari barang ini adalah, produk dari Apple seperti Ipad, Iphone, Mac.

k.)    Apakah Ada Persaingan? +4 Points

Kok persaingan penting? Jelas penting. Bagi seorang pemula, lebih mudah kalau kita masuk ke pasar yang jelas-jelas profitable > yaitu pasar yang ada persaingannya.

Jika ada persaingan berarti ada profit yang bisa dihasilkan di pasar tersebut. Ada orang yang sudah terbukti berhasil duluan disitu.

Kita tinggal masuk ke pasar tersebut, dan memberi nilai tambah bagi para pelanggan yang tidak bisa diberikan oleh pemain lama.

l.)      Rata-Rata Barang Yang Dijual Beratnya Dibawah 2kg. +1 points

Karena online, maka akan ada unsur biaya kirim/ongkos kirim. Jika barang yang dijual berat dan besar orang akan malas untuk membeli secara online karena mahal di ongkos kirim, sehingga jumlah penjualan menjadi sedikit.

Kalaupun ada yang beli, kita yang akan repot packing barang tersebut dan mengirimkannya via jasa ekspedisi. Belum nanti masalah asuransi dan retur barang.

Lebih baik cari yang ringan-ringan saja. 5 kilo gram berat per item menurut saya sudah lumayan berat.

m.)  Jumlah Pencarian Perbulan Dari 3 Keyword Utama Nilainya Lebih Besar Dari 15.000 Visitor. +3 points

Agak teknis nih pembahasan point ini. Tapi jangan khawatir 🙂 tutorial dirumah awan full gambar n video. Kalau masih kurang jelas, bisa email saya di alfan[at]rumahawan.com

Oke. Tuk ngecek berapa jumlah pencarian perbulan dari sebuah keyword, anda harus punya akun di google adwords dulu (jika belum punya, silakan daftar di http://adwords.com).

Jika sudah punya akun adwords, begini step by stepnya tuk ngecek jumlah pencarian per bulan dari sebuah keyword:

  1. Login ke akun adwords anda.
  2. Pilih tab ‘Tools And Analysis’ dan kemudian klik opsi ‘Keyword Planner’

keyword planner

  1. Lalu, klik opsi ‘Search for new keyword and ad group ideas’.

keyword planner 2

  1. Akan muncul sebuah kotak baru. Nah, untuk contoh berikut ini, saya mau mencoba tuk keyword ‘mainan anak’.
  2. Ketik keyword yang di inginkan, kemudian set Negara dan bahasa adalah Indonesia dan Indonesian. Kemudian, dibagian ‘Keyword Option’ Pilih ‘Only show closely related ideas’

kwd planner - mainan anak

  1. Jika sudah klik ‘Get Ideas’.
  2. Akan muncul window baru. Pada window baru tersebut, klik bagian ’Keywords ideas’. Lalu Klik ‘Avg. monthly searches’ untuk mensortir jumlah pencarian keyword dimulai dari yang paling besar.

hasil keyword planner

  1. Jika sudah disortir mulai dari yang paling besar, nilai total dari ketiga keyword paling besar tersebut harus lebih dari 15.000 pencarian per bulan.

Point ini berguna untuk memastikan bahwa ada cukup permintaan diluar sana. Bahwa ada banyak orang yang mencari produk yang akan kita jual, supaya nanti online shop bisa berjalan dengan lancar.

Pada contoh diatas, ketiga keyword utama (mainan anak, mainan anak online, mainan anak murah) yang ditampilkan oleh google menunjukkan jumlah lebih besar dari 15.000 pencarian per bulan. Berarti online shop mainan anak, layak untuk dipertimbangkan.

n.)    Pembeli Utama Dari Barang Yang Kita Jual Adalah Perempuan. +2 Points

Akui saja, perempuan adalah makhluk yang suka belanja. 🙂 Dengan menjual barang-barang yang target marketnya adalah perempuan, calon online shop kita mempunyai kesempatan lebih besar untuk mencetak laba.

***

Sudah kita bahas point-point apa saja, dari a sampai n, yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan calon online shop apa yang kira-kira bakal profitable dan bertahan lama.

Nah, sekarang saatnya untuk mengeliminasi 10 ide yang sudah kita tentukan sebelumnya. Caranya seperti ini:

  1. Perhatikan disamping tiap judul dari huruf a sampai huruf n, ada angka-angka +5 point, +4 Points, +3 Points, +2 points.
  2. Point angka ini adalah score dari tiap-tiap huruf dari a sampai n.
  3. Uji tiap ide yang sudah anda buat dengan setiap huruf yang ada diatas. Jika sebuah ide memenuhi syarat sebuah huruf, maka tambahkan scorenya. Jika tidak, maka scorenya adalah nol.
  4. Total semua score yang didapat.
  5. Jika score dibawah 20 point maka jangan masuk ke pasar tersebut. Cari yang lain.

Jika scorenya 20-30 point maka not bad.

Jika scorenya 30-40 point maka ia merupakan ide yang layak dipertimbangkan.

Jika scorenya 40-50 point maka ia adalah pasar yang bagus dan menguntungkan.

 

Sekarang saya mau kasih contoh cara menguji ide online shop dengan ke 14 faktor diatas. Misal,salah satu ide saya adalah membuat toko obat herbal. Maka proses uji saya akan seperti ini:

a.)   Jumlah Rata-Rata Order Per Customer Per Sekali Belanja Adalah 200 Ribu Atau Lebih.

>>> Menurut saya iya, saya mau jual barang yang mahal saja. Maka pointnya +5

b.)   Laba Kotor Per Penjualan Adalah 20% Atau Lebih.

>>> Iya. +5 Point

c.)    Para Penjual Besarnya Terpecah-Pecah. Tidak Ada Satu Penjual Yang Memonopoli.

>>> Iya. +2 Points

d.)    Para Pembelinya Bersifat Repeat Order.

>>> Iya. +3 Points

e.)     Para Pembelinya Bersifat Membeli Multiple Item Dalam Sekali Belanja.

>>> Iya. +1 Points

f.)     Apakah Anda Bisa Memberikan Nilai Tambah Yang Beda Pada Persaingan Saat Ini?

>>> Iya. Saya berrencana akan memberikan garansi produk asli dan free ongkir.

+ 5 Points

g.)   Barang/Jasa Yang Anda Jual Bersifat Susah Dicari, Atau Perlu Usaha Lebih Untuk Membelinya.

>>> Iya. +4 Points

h.)    Mempunyai Musim Khusus Dimana Barang Akan Laku Keras.

>>> Tidak. +0 Points.

i.)      Mempunyai Banyak Tipe Barang Yang Bisa Dijual.

>>> Iya. +3 Points

j.)     Jualan Barang-Barang Yang Eksklusif.

>>> Bisa iya bisa tidak. Ada sebagian obat herbal yang eksklusif, tapi ada juga yang tidak. Saya akan pilih tidak, karena obat herbal yang saya jual adalah yang marak dijual dipasaran. Sudah terbukti laku. +0 Points

k.)    Apakah Ada Persaingan?

>>> Iya. +4 Points

l.)     Rata-Rata Barang Yang Dijual Beratnya Dibawah 2kg.

>>> Iya. +1 Points

m.)    Jumlah Pencarian Perbulan Dari 3 Keyword Utama Nilainya Lebih Besar Dari 15.000 Visitor.

>>> Iya. +1 Points

n.)     Pembeli Utama Dari Barang Yang Kita Jual Adalah Perempuan.

>>> Tidak. +0 Points

Jumlah Score Total Adalah: 34 Points > Ide Yang Layak Dipertimbangkan.

Untuk mudahnya, uji ide usaha anda di spreadsheet menggunakan Microsoft excel atau google docs spreadsheet, seperti yang sebutkan diawal. Nanti bisa langsung ketahuan perbandingan scorenya tuk tiap-tiap ide online shop.

Jika sudah diuji ke 10 ide usaha online shop anda, anda harus pilih tiga usaha yang menurut anda bagus dan profitable. Pilih tiga usaha yang the best three dari 10 ide usaha anda sebelumnya.

Kemudian, ajak rembugan dengan orang terdekat anda mengenai tiga ide usaha ini. Presentasikan ide usaha anda kepada mereka. Orang terdekat bisa berarti suami, istri, orang tua, teman, dll.

Ini penting, coz restu mereka bisa berarti bantuan dana mereka.. 😀 kidding. Maksudnya, restu mereka bakal turut menyertai perjalanan usaha anda.

Pengalaman saya, usaha saya berhasil karena memang kolaborasi yang apik antara saya dan istri dan orang tua saya. Mereka tahu usaha saya dan merestuinya.

Dengan restu tersebut, kadang ditengah jalan ada problem or jika butuh bantuan, mereka siap membantu. Sekali lagi, terutama bantuan dana… 😀

Jika sudah dapet restunya, dan sudah dapet ide online shop yang terbaik buat dijalanin, kita lanjut ke topik selanjutnya, yaitu: dimana mencari supplier barang jualan?

Topik ini akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Ada komentar? Silakan isi dibagian komentar yaaa…

thank you!

RumahAwan

Passion Saya Adalah Internet Marketing. Terutama Yang Berkaitan Dengan SEO, OnlineShop, Dan PPC. Blog Ini Dibuat Supaya Saya Bisa Sharing Info Berguna Tentang Internet Marketing.

14 thoughts on “14 Faktor Penting Sebelum Anda Bisnis Di Online Shop

  • July 15, 2014 at 5:43 am
    Permalink

    keren banget artikelnya ini. bisa dibikin bisnis plan, buat yang buka bisnis baru. Thanks!

    Reply
  • July 15, 2014 at 9:17 am
    Permalink

    Menyimak ilmunya mas adhe, matur nuwun…ada keinginan juga untuk berbisnis online, jadi menyimak dulu 🙂

    Reply
  • February 10, 2015 at 5:48 pm
    Permalink

    muantap bangett gaaan, berbobot banget artikelnya, ane jadi semangat lagi genjot toko online ane..
    makasih banyak ya gan.. 🙂

    Reply
  • May 5, 2015 at 10:26 am
    Permalink

    Artikel yang sangat membantu sekali. Saya mau bertanya pak! Bagaimana kalau kita tinggal di daerah terpencil? Apakah mungkin kita bermain online shop. Misalnya seperti saya. Saya tinggal di aceh. Untuk bersaing dengan ongkos kirim saja saya sudah kalah dengan online shop lawan saya.

    Reply
    • May 5, 2015 at 10:47 pm
      Permalink

      jgn khawatir dengan daerah terpencil. saya ada teman punya online shop di makassar, tapi dia juga bisa menjalankan usaha online shopnya. dia mengirim paket ke seluruh indonesia. cara dia, dia simpan gudang di jakarta. tuk pelayanan dan manajemen dari makassar. tapi pengiriman paket dari jakarta… semoga membantu!

      Reply
  • May 22, 2015 at 9:54 am
    Permalink

    Terima kasih pak adhe.. bacanya sambil manggut2, plus cross chek langkah yg saya lakukan sdh bener atau belum

    Reply
  • August 18, 2015 at 3:53 pm
    Permalink

    komplit banget penjabarannya mas, benar2 tercerahkan. biasanya artikel seperti ini gak dikasih gratis,alias premium.

    Reply
  • March 28, 2017 at 10:11 pm
    Permalink

    maksih info nya,masih belajar

    Reply
  • February 6, 2018 at 5:54 pm
    Permalink

    Apakah onlineshop juga membutuhkan iklan pad?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *