83 Mindset Salah Tentang Uang Dan Kekayaan – Mindset Mana Milikmu Yang Salah? – Bagian 2

Bagian satu ada disini >> http://www.rumahawan.com/83-mindset-salah-tentang-uang-dan-kekayaan-mindset-mana-milikmu-yang-salah-bagian-1/

*******

  1. I have the potential for wealth; all I need is a break.

Aku memiliki potensial untuk menjadi kaya; yang aku perlukan hanyalah sebuah kesempatan.

Everyone has the potential for wealth, but if you’re proactively waiting for the “break” or “opportunity”, then you’re going to be waiting forever.  You need to be PROACTIVE and take action to create your break and opportunity.

Semua orang memiliki potensi untuk menjadi kaya, namun jika anda sengaja menunggu-nunggu sebuah kesempatan atau peluang, maka anda akan menunggu selamanya. Anda perlu menjadi PROAKTIF dan mengambil inisiatif untuk menciptakan kesempatan dan peluang anda sendiri.

  1. This just isn’t the right time for me to start “going for it” financially.

Saat ini bukanlah saat yang tepat untuk saya tuk “mulai mengejar kekayaan”.

People that put things off and say “the time is not right” are going to be waiting forever.  The time is NEVER going to be perfect or ideal; the time to get started is RIGHT NOW.

Orang yang menunda-nunda sesuatu dan mengatakan “ini bukan saat yang tepat” akan menunggu-nunggu selamanya. Waktunya TIDAK AKAN pernah menjadi tepat atau ideal; waktu untuk memulainya adalah SAAT INI.

  1. I don’t really want to be wealthy.

Aku tidak ingin menjadi kaya.

People WANT to be wealthy, having abundance and freedom, but often hide their desires for it.  They want to stay in their comfort zone or at a certain standard in order to get others around them to approve, or they have some limiting beliefs that hold them back from it.  It’s human nature to grow and contribute, becoming wealthy provides you to fulfill that much easier and faster.

Semua orang INGIN menjadi kaya, berkelimpahan dan memiliki kebebasan. Namun, mereka sering menyembunyikan keinginan itu. Mereka ingin tetap dalam zona nyaman mereka atau pada keadaan tertentu ingin orang disekeliling mereka menyetujui, atau mereka memiliki kepercayaan membatasi yang mencegah mereka mendapatkannya. Adalah sifat alami manusia untuk berkembang dan berkontribusi, menjadi kaya membuat anda mencapai itu lebih mudah dan cepat.

  1. Money isn’t really that important.

Uang tidak terlalu penting.

People that believe this usually have no money.  Money is an incredible vehicle that can enhance our lives.  Almost everyone WORKS and sacrifices so much of our lives to earn money, so it’s ridiculous to think that money isn’t important when so much of our lives revolve around it.

Orang yang percaya ini biasanya tidak memiliki uang. Uang adalah kendaraan yang sangat hebat yang dapat meningkatkan hidup kita. Hampir setiap orang BEKERJA dan mengorbankan hidupnya untuk mendapatkan uang, jadi sangat menggelikan jika berpikir bahwa uang itu tidak penting ketika begitu banyak hidup kita berputar di sekitar uang.

  1. You can’t strive for wealth and be happy and fulfilled at the same time.
    Anda tidak bisa mengejar kekayaan dan tetap menjadi bahagia dan terpenuhi di saat yang sama.

You don’t have to achieve to be happy; you can happily achieve.  You can ENJOY and love the process of making money.

Anda tidak perlu mencapai kesuksesan untuk menjadi bahagia; Anda bisa mencapai kesuksesan sambil bahagia. Anda dapat MENIKMATI dan mencintai proses menghasilkan uang.

  1. Money can cause a lot of problems.

Uang dapat menyebabkan banyak masalah.

Money can solve problems.

Uang dapat menyelesaikan masalah.

  1. It’s not right to make a lot more money than my parents.

Tidak benar jika aku menghasilkan uang lebih banyak dari pada orang tuaku.

Your parents will be happy and proud of you if you make more money than them.  Every parent wants to have their child be successful and do well in their lifetime.

Orang tuamu akan bahagia dan bangga kepadamu jika kamu menghasilkan uang lebih banyak dari mereka. Setiap ortu ingin anak mereka sukses dan hidup layak dalam kehidupan mereka.

  1. You can’t get rich doing exactly what you love.

Anda tidak dapat menjadi kaya melakukan apa yang anda cintai saja.

I do what I love and make money from it!  So do many others.  In fact, the more passionate you are about something, the better you are going to do towards it.

Aku melakukan apa yang aku cintai dan aku menghasilkan uang darinya! Juga begitu banyak orang lain yang serupa. Faktanya, semakin anda bergairah terhadap sesuatu, semakin jago pula anda dalam melakukannya.

  1. Trying to earn money is a hassle and a struggle.

Berusaha mendapatkan uang itu sulit dan butuh perjuangan.

Making money is very EASY if you have the right strategy.  If you have a poor strategy, then you’re going to struggle and it’s going to be hard.  If you have the right strategy, then it’s not a hassle or struggle… it’s easy and simple.

Menghasilkan uang itu SANGAT MUDAH jika kamu memiliki strategi yang tepat. Jika kamu memiliki strategi yang buruk, maka kamu akan berjuang dan prosesnya akan jadi sulit. Jika kamu memiliki strategi yang tepat, maka prosesnya tidak akan sulit atau butuh perjuangan.. prosesnya akan menjadi mudah dan sederhana.

  1. It takes money to make money.

Membutuhkan uang/modal untuk menghasilkan uang.

Many people make money with having no money.  It’s SO EASY to start a business today, especially on the internet – it doesn’t require much money and you don’t have to make a big investment.

Banyak orang menghasilkan uang tanpa memiliki uang. SANGAT MUDAH SEKALI untuk memulai sebuah usaha saat ini, terutama di internet – internet tidak membutuhkan uang banyak dan kamu tidak perlu berinvestasi besar.

  1. People should only have as much money as they need to live comfortably.

Manusia harusnya hanya memiliki uang secukupnya yang mereka perlukan untuk hidup layak

People should have as much money as you want.  There should be no limits to what you want to become, have, give or create in this world.

Manusia harus memiliki uang sebanyak yang kamu mau. Seharusnya tidak ada batasan untuk apa yang kamu ingin menjadi, ingin memiliki, ingin memberi atau ingin menciptakan dalam dunia ini.

  1. Striving for wealth can cause stress and health problems.

Mengejar kekayaan dapat menyebabkan stress dan masalah kesehatan.

Striving for wealth can be done in a way that is enjoyable and fun.  The pursuit of it can make us stronger emotionally and physically.  It forces you to learn how to grow and handle challenges in life better by enduring any obstacles or challenges.  It can improve your health and character.

Menggapai kekayaan dapat dilakukan dengan cara yang nikmat dan menyenangkan. Proses pencapaiannya dapat membuat kita lebih kuat secara emosional/jiwa dan raga. Prosesnya memaksa kamu untuk belajar tumbuh dan lebih baik dalam mengatasi tantangan hidup, dengan bertahan melalui rintangan dan tantangan. Prosesnya dapat meningkatkan kesehatan dan karaktermu.

  1. It’s difficult to get rich these days.

Sangat sulit untuk menjadi kaya saat ini.

It’s SO EASY to get rich these days.  It’s the easiest time in human history to get rich.  The internet has created more millionaires than anything else in the history of the world.

SANGAT MUDAH untuk menjadi kaya saat ini. Saat ini adalah saat paling mudah dalam sejarah manusia untuk menjadi kaya. Internet telah menciptakan lebih banyak milyuner daripada apapun dalam sejarah dunia.

  1. Most of the good opportunities are gone.

Hampir semua kesempatan bagus telah hilang.

There’s an abundance of opportunities – they show up everyday.  There’s NEVER going to be a shortage of problems that arise in the world.  You just have to find the solutions to these problems and add value to others, which is done by creating the opportunities yourself.

Ada banyak sekali kesempatan – kesempatan muncul setiap hari. Masalah tidak akan pernah habis dalam dunia ini. Kamu hanya harus menemukan solusi untuk masalah-masalah ini dan memberi nilai tambah bagi orang lain, yang dilakukan dengan cara menciptakan kesempatan untuk dirimu sendiri.

  1. Given my past, it would be difficult for me to get rich.

Dengan masa lalu saya, akan sangat sulit bagi saya menjadi kaya.

The past does not equal the future.  Just because in the past you failed doesn’t mean that you are in the future.

Masa lalu tidak sama dengan masa depan. Karena anda gagal di masa lalu bukan berarti anda akan gagal di masa depan.

  1. I’m not smart or intelligent enough to get rich.

Saya tidak cukup pintar atau cerdas untuk menjadi kaya.

Everyone has the potential and intelligence to be rich.  You can DEVELOP yourself and become rich by learning, reading books, going to seminars, etc…  You can become intelligent if you want.  And intelligence doesn’t determine your wealth either; I was a horrible student when I was in school.

Setiap orang memiliki potensi dan kecerdasan untuk menjadi kaya. Kamu dapat MENGEMBANGKANNYA dan menjadi kaya dengan belajar, membaca buku, pergi ke seminar, dst… Kamu dapat menjadi cerdas jika kamu mau. Dan kecerdasan tidak menentukan kekayaanmu; Saya dulu murid yang buruk ketika saya di sekolah.

  1. I’m not educated enough to get rich.

Saya tidak cukup terpelajar untuk menjadi kaya.

There’s many people that have zero education and are rich.  Many of the biggest success stories in the world are of people that dropped out of high school or university and went on to become very wealthy.

Ada banyak orang yang memiliki NOL pendidikan dan ia kaya. Banyak dari cerita-cerita kesuksesan terbesar di dunia adalah dari orang-orang yang tidak lulus sekolah atau universitas, dan kemudian lanjut menjadi orang yang kaya sekali.

  1. I’m too young to get rich.

Aku terlalu muda untuk menjadi kaya.

Age is just a number.  It doesn’t matter how old or young you are.  There’s people young and old that are rich.  Age more your psychology, beliefs and mindset; that is what will determine your success more than “age”.

Umur hanyalah sebuah angka. Tidak peduli seberapa tua atau muda kamu. Ada orang muda dan tua yang kaya. Umur lebih ke psikologi kamu, kepercayaan dan mindset; itu yang akan menentukan suksesmu lebih dari “umur”.

  1. I’m too old to get rich.

Aku terlalu tua untuk menjadi kaya.

Age is just a number.  It doesn’t matter how old or young you are.  There’s people young and old that are rich.  Age more your psychology, beliefs and mindset; that is what will determine your success more than “age”.

Umur hanyalah sebuah angka. Tidak peduli seberapa tua atau muda kamu. Ada orang muda dan tua yang kaya. Umur lebih ke psikologi kamu, kepercayaan dan mindset; itu yang akan menentukan suksesmu lebih dari “umur”.

  1. As a woman, it’s much more difficult to get rich.

Sebagai perempuan, lebih sulit bagi saya tuk menjadi kaya.

Any woman can do anything a man can do.  Men and women are equal.  We all ultimately have the same opportunities.  Any potential obstacles can be overcome.

Wanita mana pun dapat melakukan apa yang pria mana pun bisa lakukan. Pria dan wanita itu setara. Kita semua memiliki kesempatan yang sama. Rintangan mana pun dapat kita atasi.

  1. I don’t like selling or promoting.

Aku tidak menjual atau berpromosi.

Nothing on this planet changes until someone has sold or promoted something.  Selling and promoting is the ability to influence, persuade and add value to others.  There’s nothing wrong with it; as long as you have the right intention and integrity behind it.  The truth is, you are promoting and selling yourself EVERY DAY.  Anything that involves other human being requires influencing in some way, so might as well enjoy the process of selling and promoting.

Tidak ada yang berubah di planet ini sampai seseorang telah menjual atau mempromosikan sesuatu. Menjual dan mempromosikan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, membujuk dan memberi nilai tambah kepada orang lain. Tidak ada yang salah dengannya; asalkan anda memiliki niat yang benar dan integritas dibelakangnya. Faktanya, kamu berpromosi dan berjualan SETIAP HARI. Apapun yang melibatkan manusia lain membutuhkan mempengaruhi dalam level tertentu, maka lebih baik di nikmati saja proses menjual dan berpromosi tersebut.

  1. I wish I didn’t have to deal with money.

Aku harap aku tidak perlu berurusan dengan uang.

Learning to deal with money forces us to grow and become better.

Belajar berurusan dengan uang memaksa kita tumbuh dan menjadi lebih baik.

  1. I don’t enjoy managing money.

Aku tidak menyukai mengatur uang.

You can learn to enjoy anything.  Once you learn how to manage money, you WILL enjoy it.  Focus on what money can provide for you and the benefits of managing it, instead of pain of it.

Kamu dapat belajar untuk menyukai apapun. Sekali kamu belajar mengatur uang, kamu AKAN menyukainya. Fokus kepada apa yang uang bisa menyediakan untukmu dan manfaat dari mengaturnya, daripada fokus kepada sakitnya mengatur uang.

  1. I don’t have time to manage money.

Aku tidak mempunyai waktu untuk mengatur uang.

Time is the only thing that is equal.  We all have 24 hours in a day.  If someone is really committed, they’ll MAKE the time.  They will sacrifice and do what it takes.  It doesn’t come down to time, it comes down to how committed you are.

Waktu adalah satu-satunya yang sama bagi semua orang. Kita semua memiliki 24 jam dalam sehari. Jika seseorang benar-benar komit, mereka akan MEMBUAT waktu tersedia. Mereka akan mengorbankan dan melakukan apa yang diperlukan. Ini bukan masalah waktu, tetapi ini adalah masalah seberapa komit kamu.

  1. I don’t need to manage my money because I hardly have any.

Aku tidak perlu mengatur uangku, karena hampir-hampir aku tidak punya uang.

It’s not the amount of money that you manage, it’s the habit of it.  If you can’t already manage what you make out of a dollar, then there’s no way you’re going to manage what you make out of a million dollars.  You need to learn how to manage the smaller amounts first before you’re ready for more.

Ini bukan tentang jumlah uang yang kamu atur, ini tentang kebiasaan mengaturnya. Jika kamu tidak bisa mengatur apa yang kamu hasilkan dari satu dollar, maka tidak mungkin kamu bisa mengatur apa yang kamu hasilkan dari jutaan dollar. Kamu perlu belajar mengatur jumlah yang kecil dulu sebelum kamu siap untuk jumlah yang lebih besar.

  1. Money corrupts artist and creative endeavours.

Uang merusak seniman dan upaya kreatif.

By having money, you become more creative and artistic.  It frees up the mental capacity to be more creative and artistic.  Being broke and struggling inhibits your creativity!

Dengan memiliki uang, kamu menjadi lebih kreatif dan artistik. Uang membebaskan kapasitas mental untuk menjadi lebih kreatif dan artistik. Menjadi bokek dan penuh kesusahan membatasi kreatifitasmu!

  1. It’s not right for me to be rich while others have nothing.

Tidak benar bagiku jika aku kaya sedangkan orang lain tidak memiliki apa-apa.

You are not helping anyone in any way by being broke and struggling in your life.  By you being wealthy and taking care of yourself first, it gives you the ability to help others.

Kamu tidak membantu siapa-siapa dalam cara apapun dengan menjadi miskin  dan penuh kesusahan dalam hidupmu. Dengan menjadi kaya dan mengurus dirimu dulu pertama kali, itu memberimu kemampuan tuk menolong orang lain.

  1. Financial security comes from having a good job and a steady paycheck.

Keamanan finansial datang dari memiliki pekerjaan yang bagus dan gaji yang rutin.

I don’t know many people that become wealthy through a paycheck or a steady job.  It’s usually from investing, business, or real estate.  Your job is not going to make you rich.

Aku tidak kenal banyak orang yang menjadi kaya melalui gaji atau pekerjaan yang tetap. Menjadi kaya biasanya melalui berinvestasi, berusaha, atau real estate. Pekerjaanmu tidak akan menjadikanmu kaya.

  1. If you are not born rich, chances are you will never be rich.

Jika kamu tidak terlahir kaya, biasanya kamu tidak akan pernah menjadi kaya.

I was not born rich.  There’s millions of examples of people that were not born rich and have become rich.

Aku tidak terlahir kaya. Ada jutaan contoh orang yang terlahir tidak kaya dan kemudian menjadi kaya.

  1. Rich people aren’t happy.

Orang kaya tidak bahagia.

Rich people are much happier than poor people.  Rich people don’t have to focus on their own needs as much, they can focus on growing and giving to others.  They can experience things that will enhance their quality of life and happiness.

Orang kaya jauh lebih bahagia daripada orang miskin. Orang kaya tidak perlu berfokus pada kebutuhan mereka, mereka dapat berfokus pada bertumbuh dan memberi kepada orang lain. Mereka dapat mengalami hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan mereka.

******

Lanjut Ke Bagian 3 Disini >>

RumahAwan

Passion Saya Adalah Internet Marketing. Terutama Yang Berkaitan Dengan SEO, OnlineShop, Dan PPC. Blog Ini Dibuat Supaya Saya Bisa Sharing Info Berguna Tentang Internet Marketing.

2 thoughts on “83 Mindset Salah Tentang Uang Dan Kekayaan – Mindset Mana Milikmu Yang Salah? – Bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *